Selasa, 19 Juli 2011

Oknum Satpol PP Membogem Mentah Wanita Paroh Baya

Probolinggo-OPSI
Oknum Satpol PP kota Probolinggo Roby Hidayat harus ber urusan dengan polisi kota Probolinggo. Lelaki dalam satuan Polisi Pamong Praja ini telah dilaporkan karena menganiaya Indrawati wanita paroh baya warga Kel. Jati Mayangan kota Probolinggo Ming gu (12/6) lalu. Pelaku dituding telah membogem mentah dua kali ke wajah Indrawati wanita paroh baya ini. Bogeman pertama mengenai pipi kiri korban dan bogeman yang kedua mengenai pelipis kiri korban. Akibatnya korban harus mengalami perawatan di RSUD Dokter Mohammad Soleh kota Probolinggo. Kepala saya terasa pusing ka rena pukulan itu ujar korban kepada para wartawan.


Peristiwa itu bermula saat Satpol PP kota Probolinggo melakukan operasi Miras Minggu 12/6 sekitar pukul satu malam WIB di sebuah rumah di jalan Letjen Suprapto. Operasi itu berlangsung ricuh karena pemilik rumah itu melakukan perlawanan. Mereka tidak terima melihat Satpol PP ma suk rumah dan melakukan penggledahan, akibatnya pemilik rumah yang bernama Indrawati ini terkena bogem kasar oknum Satpol PP. Korbanpun tidak terima dengan perlakuan kasar oknum yang masih berte tangga itu. Dengan ditemani suaminya Har yono 50 th ia melaporkan pelaku ke Polres Probolinggo kota.

Korban menceritakan dini hari itu diri nya terbangun karena hendak buang air kecil karena merasa takut ke kamar mandi sendirian ia membangunkan suaminya un tuk menemani. Saat itulah terdengar ada orang mengetok pintu. Ternyata mereka aparat Satpol PP yang sedang operasi miras. Haryono yang mengetahui kedatangan petu gas segera membukakan pintu dan memper silakan masuk, sedangkan korban yang ber ada di belakang  langsung menuju ke kamar nya untuk menyelimuti anaknya yang terti dur pulas. Saya mau menyelimuti anak saya, karena waktu itu bajunya tersingkap, ujar distributor minuman supelemen itu kepada wartawan OPSI. Ternyata sejumlah Satpol PP sudah berada dalam kamarnya, sebagian mereka bahkan mulai menggledah isi kemari pasangan suami istri ini. Tapi ada seorang yang tidak izin dan menggledah le mari tempat menyimpan pakaian dalam korban yakni pelaku.

Karena tidak pamit itu saya katakan bahwa dalam lemari itu tidak ada apa-apa selain pakaian dalam. Tapi dia Roby tidak percaya dia malah menjawab dia petugas yag berhak melakukan itu jelas korban. Mendapat jawaban itu korban mulai kesal korban lantas membuka lemari tersebut dan menumpahkan isinya di atas tempat tidur nya. Saat itu pula korban meminta Roby untuk melihat. Mungkin ada barang yang diincarnya. Saya juga sering dioperasi polisi tapi tidak arogan seperti itu ujarnya. Tak lama kemudian aparat berseragam coklat itupun keluar dari kamar pribadi korban. Saat keluar itulan pelaku masih memeriksa tumpukan minuman suplemen yang waktu itu ditutupi kain, korban mengaku membiar kan pelaku memeriksanya. Namun aparat Satpol PP tidak menemukan barang yang mereka cari.

Mendapati itu korban meminta pelaku untuk kembali menutupiu barangnya seperti semula, tapi permintaan itu ditolak oleh pelaku, ketika membuka itu tutupnya dibu ka sembarangan. Pokoknya arogan sekali ujarnya kepada wartawan OPSI. Nah saat itulah sempat terjadi cek cok antara pelaku dan korban. Ternyata pelaku tak dapat me nahan emosinya dan mengeluarkan bogem annya di didepan kamar itu saya dibogem mentah sama pak Roby, pertama kena di rahan kiri. Setelah itu di pisah tapi dia me mukul saya lagi kena pelipis kiri jelas In drawati. Melihat kericuhan itu aparat Satpol PP yang lain berusaha melerai dan mem bawa pelaku keluar rumah. Merekapun me ninggalkan rumah korban. Lalu korban ditemani suaminya langsung melapor ke Polres kota. Saya langsung temani lapor dan di sini (RSUD) karena kepala saya pu sing dan bibir saya pecah, ujarnya kepada OPSI.     Saat ditanya soal penjualan miras itu  korban mengaku sudah berhenti kulak an miras. Saat ini ia hanya menjual berbagai minuman suplemen dan bir. Harganya miras sudah mahal saya tidak ambil lagi. Kalau bir memang ada, katanya.

Haryono mengaku sangat menyesalkan tindakan Satpol PP yang arogan apalagi operasi itu dilakukan malam hari dan pihak nya tidak terbukti menjual miras. Mestinya kalau ada operasi juga ada surat perintah nya (sprint ) apalagi malam hari. Waktu itu tidak menunjukkan sprint. Hanya bilang mau operasi ujarnya. Ditambahkan Haryo no, saat itu dirinya memang mengijinkan Satpol PP masuk jumlahnya 5 sampai 6 orang. Saya tidak tahu kalau mereka masuk kamar, kalau tahu mereka masuk kamar saya tidak akan mengijinkan. Mereka arogan sekali. Polisi saja kalau operasi tidak begitu lanjut Haryono.

Sementara itu Kasatpol PP Sudiyanto saat hendak dikonfirmasi wartawan OPSI tidak berasda ditempat. Begitu juga dengan oknum Satpol PP Noer Achmad, terkait pe mukulan yang kemudian dilaporkan ke Ke polisian. Nur mengaku tidak mengetahui nya. Malah ia mengatakan tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan anggotanya. Mungkin enaknya ke Kasat saja pintanya. Sementara itu Kapolres AKBP Tulus Ikhlas Pamuj melalui Kasat Reskrim AKP Agus Supriyanto membenarkan ada laporan tersebut. Ia mengaku sudah memeriksa pa ra saksi. Benar ada laporan tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan saksi, kalau korban belum karena masih berada di rumah sakit ujar Kasat Reskrim.
u MS/Fzl

0 komentar:

Posting Komentar