Selasa, 02 Agustus 2011

Manaf Kadis PU Batola Ancam Gebuk Wartawan OPSI KPK

Barito Kuala (Kalsel)-OPSI
Kab. Barito Kuala, Pro vinsi Kalimantan Selatan sedang gencar-gencarnya menggalakan Pembangun an di segala  sektor, teruta ma dibidang Perkebunan dan  Pekerjaan Umum. Pada Bidang Perkebunan, terutama untuk perkebunan sawit Kab. Barito Kuala sangat menjanjikan, karena struktur tanah nya yang cocok untuk budi daya komuditas tersebut dan sangatlah tepat jika para investor melirik dan menjadikan Barito Kuala sebagai wadah berinvestasi.


Kab. Barito Kuala yang memiliki kultur adat dan budaya yang tinggi dengan kehi dupan masyarakatnya yang selalu menjun jung tinggi sopan santun, ramah tamah dan kekeluargaan  dalam pergaulan keseharian nya ini tercermin pada sikap keteladanan kepala daerah (Bupati) Barito Kuala Hasan udin Murad yang ramah tamah dan sangat menghargai masyarakat dari segala lapisan terlebih terhadap wartawan, namun sangat disayangkan keteladanan dari Bupati ini ti dak di ikuti oleh pembantunya dalam peme rintahan yaitu Kadis PU (Kepala Dinas Pekerjaan Umum) Abdul Manaf.

Insiden ini terjadi ketika wartawan tim investigasi OPSI KPK mencoba melakukan konfirmasi kepada Abdul Manaf mengenai adanya dugaan tumpang tindih (over lap) lahan hak milik yang syah masyarakat desa Sidomakmur yang terletak di kelurahan An tar Baru yang diduga diserobot / dicaplok oleh Manaf. Tim investigasi terpaksa mela kukan konfirmasi melalui telpon seluler dikarenakan telah mencoba menemui Ma naf namun tidak merespon atau tidak ber sedia ditemui.  Dari informasi yang didapat dari teman-teman sesama wartawan bah wasannya sangat sulit untuk bertemu de ngan Kadis PU Batola Manaf.

Pada tanggal 19 Juli 2011 jam 17.19 wartawan investigasi OPSI KPK meng hubungi Manaf dengan SMS melalui telpon seluler untuk meminta kesedian Manaf un tuk memberi / meluangkan waktu guna kon firmasi langsung  mengenai temuan tim in vestigasi di lapangan. Tim investigasi me nunggu hingga jam 21.00 namun tidak ada respon dari Manaf.

Pada tanggal 19 Juli 2011 jam 21.10 tim investigasi kembali mencoba menghu bungi Manaf  melalui telpon seluler dengan SMS. Jam 23.08 Manaf merespon melalui SMS dan menanggapi  temuan tim investi gasi dengan keberangan dan kemarahan. Jam 23.09 Manaf mengirimkan SMS lagi kepada tim investigasi yang isinya meng intimidasi / mengancam akan menggebuk (memukul) tim investigasi.

Atas ancaman Kadis PU Batola ini tim investigasi OPSI KPK, demi keamanan dan keselamatan diri akan melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk meminta perlindung an hukum.

Saat dimintai komentarnya Ketua Bidang Monitoring dan Pengawasan Pemerintahan LPPN RI-Kalsel  H. Zainal Abidin, S.Pd menyatakan “Bahwa seorang Kadis PU Kab. Batola Kuala seharusnya mengakomo dir konfirmasi yang hendak dilakukan oleh wartawan OPSI KPK yang menyangkut ten tang adanya dugaan penyerobotan tanah warga transmigrasi di wilayah Batola, benar dan tidaknya dapat diketahui setelah adanya konfirmasi dari wartawan tersebut. Tapi sangat disayangkan sekali sikap seorang Kadis PU Kab. Batola justru melontarkan kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang yang punya kedudukan pen ting dilingkungan Pemkab  Batola dengan melakukan SMS pengancaman yaitu akan menggebug wartawan, hal ini tidak me miliki etika berkomunikasi yang baik dan sudah melanggar UU Keterbukaan Infor masi Publik serta KUHP”.

Saat itu juga ketua LPPN RI Kalsel Ni cholas didampingi wakil ketua Syahruzza man,SH melalui Sekretaris LPPN RI Kalsel H. Abdulah Sani, SH, MH dengan tegas me nyuarakan “bilamana wartawan OPSI KPK merasa tergangu dan merasa dihalang-ha langi dalam melakukan tugas atas ancaman Kadis PU Batola dapat melaporkan ancam an tersebut kepada pihak Kepolisian dan kami selaku Lembaga Pemantau Penye lenggara Negara RI Kalsel siap mengawasi dan mengawal (mendampingi) pengaduan wartawan OPSI KPK”.u Tim

0 komentar:

Posting Komentar